"Muncul bulat-bulat merah seperti titik 0,5 cm sampai 1 cm. Semakin hari semakin parah. Dari 1 area jadi merembet ke banyak tempat. Saat puncaknya merahnya panas bila kepegang, gatel, panas, bengkak," kata Felicia kepada wartawan, Selasa (21/10/2025) lalu.
Felicia menjelaskan, kondisi ini sudah berlangsung satu tahun, dan anaknya masih dalam tahap pemulihan. Felicia menyebutkan anaknya kerap menangis lantaran sakitnya.
"Nangis perut nggak enak. Setop ASI. Dalam kondisi dia parah-parahnya. Bayangin betapa perih hati anak nangis-nangis kesakitan dan mau ASI tapi nggak saya kasih," ujarnya.
Felicia menduga toko roti itu membeli produk jadi dari toko lain, yang mengandung bahan seperti gluten, susu, dan telur. Kemudia roti diduga dikemas ulang (repackaging) dan dijual kembali (reselling) dengan klaim 'gluten free' palsu.
"Ini bukan hanya kelalaian, ini adalah penipuan yang disengaja dan mempertaruhkan kesehatan dan nyawa anak saya," tuturnya.
Felicia menegaskan pelaporannya bukan hanya untuk mencari keadilan untuk anaknya, tetapi juga melindungi anak-anak lain. Dia berharap kasus itu segera diusut.