NADIKABAR.COM — Capres kubu sayap kanan Brasil Flavio Bolsonaro mengeklaim dirinya sebagai presiden yang sah dan bersumpah akan memimpin pihak oposisi untuk melawan Luiz Inacio Lula da Silva dari tempat pengasingannya di Amerika Serikat.

Klaim itu dia tulis dalam sebuah surat yang diterbitkan di media sosial, Rabu (28/10).

Surat itu menjadi pernyataan publik pertama Bolsonaro setelah dia melarikan diri dari Brasil dengan mengabaikan larangan bepergian yang dikeluarkan Mahkamah Agung Brasil.

Bolsonaro menyebut dirinya telah menjadi korban politisasi sistem peradilan di Brasil, sehingga dia memutuskan memboyong keluarganya ke AS.

"Tidak ada perintah penahanan terhadap saya karena saya tidak melakukan kejahatan apa pun; yang terjadi saat ini adalah perburuan dengan latar belakang politis dengan hendak menjadikan saya sandera untuk melindungi hakim-hakim Mahkamah Agung yang korup agar tidak dimakzulkan," kata Bolsonaro.

Senator Brasil berusia 45 tahun itu mendarat di Miami pada Rabu pagi (28/10) waktu setempat dengan menggunakan sebuah jet pribadi setelah menyeberang ke Argentina secara sembunyi-sembunyi.

Ketibaannya di AS terjadi kurang dari 72 jam setelah dia kalah tipis dari Lula da Silva yang meraih 51,76 persen suara dalam putaran kedua pilpres Brasil. Bolsonaro hanya mendapat 48,24 persen suara pemilih.