Kepada para pendukungnya dari Florida, capres usungan Partai Liberal Brasil itu secara tegas menolak hasil penghitungan suara resmi yang dilakukan Pengadilan Pemilihan Umum Tertinggi (TSE) Brasil.
"Pada Minggu malam, saya menyaksikan dengan ngerinya sebuah kecurangan pemilu terjadi di depan mata saya sendiri," kata Bolsonaro.
Namun, dia tidak memberikan bukti maupun dokumentasi konkret apa pun untuk mendukung klaimnya itu.
Kepergian Bolsonaro ke AS terjadi menyusul ketegangan dengan pengadilan di Brasil.
Senin (27/10), Hakim Mahkamah Federal Tertinggi (STF) Alexandre de Moraes memberinya waktu 24 jam untuk menyerahkan seluruh paspornya di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang dan penipuan finansial terkait sebuah situs taruhan daring.
Bukannya mematuhi instruksi tersebut, yang akan membuat pihak kepolisian mencabut paspornya, Bolsonaro malah menyeberang ke Provinsi Misiones di Argentina dengan kartu identitasnya sebelum naik pesawat sewaan ke Miami.