"Udara di sini sangat pekat. Baunya seperti asap dan semuanya terlihat putih," dikutip dari Al Jazeera.

Ia mengatakan jarak pandang dari rumahnya menurun hingga sekitar 1 kilometer. Menurutnya, keluarganya sudah tidak melihat langit biru selama lebih dari sebulan. Kabut asap mulai menyelimuti wilayah tersebut pada awal Agustus, tidak lama setelah putrinya yang berusia 10 bulan pulang dari rumah sakit akibat infeksi paru-paru.

"Dia belum pulih dengan baik karena paru-parunya masih berkembang. Selama sebulan ini dia terus mengonsumsi obat, serta mengalami batuk dan muntah," ujar Hassan.

Dua kali, keluarga tersebut harus membawa bayi mereka kembali ke unit gawat darurat karena mengalami kesulitan bernapas.

"Setiap kali terjadi, rasanya seperti mengalami serangan jantung kecil bagi kami," katanya.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan peningkatan tajam sejumlah gangguan kesehatan di seluruh negeri. Pada pekan 23-29 Agustus, kasus asma mencapai 1.811 kasus, naik dari 219 kasus pada pekan sebelumnya.