Pembangunan fasilitas umum itu tidak terealisasi. Sehingga para pemuda desa mempertanyakan keberadaan dan penggunaan dana CSR tersebut. Namun tidak mendapatkan jawaban.

"Perwakilan warga kemudian melaporkannya," terangnya.

Hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian mengonfirmasi bahwa proyek pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas umum yang tercantum dalam proposal pengajuan sama sekali tidak dilaksanakan. Dana tersebut justru diduga kuat dipergunakan oleh tersangka NQ untuk kepentingan pribadinya.