Pihak keluarga pun mendesak penegakan hukum yang tegas serta meminta Bupati Sukabumi mencopot jabatan kades tersebut. "Kami minta diproses hukum seadil-adilnya. Kepada Pak Bupati, kami minta oknum kades itu segera dipecat. Sosok pemimpin seharusnya mengayomi masyarakat, bukan malah melakukan kekerasan," tegas Roni.

Sementara itu, perwakilan LKBHMI Cabang Sukabumi, Cesar Al-Munir, menjelaskan awal mula pemicu insiden tersebut berasal dari kesalahpahaman beberapa hari sebelum aksi pemukulan terjadi. Korban sendiri telah memberikan keterangan kepada pihak LKBHMI.

"Persoalannya sangat sepele. Beberapa hari lalu saat hujan rintik-rintik, lampu motor korban yang bermasalah teknis (korslet) kedap-kedip dan menyorot muka kepala desa. Saat itu korban sempat dimaki dengan bahasa kasar dan motornya ditendang, tapi korban memilih menghindar dan pulang," ujar Cesar.

Cesar menduga aksi penganiayaan pada hari Jumat tersebut telah direncanakan sebelumnya, mengingat keberadaan sejumlah orang yang diduga loyalis pelaku di lokasi. "Hari ini korban main ke tempat temannya dan tidak sengaja berpapasan. Kami duga sudah direncanakan karena di lokasi sudah berkumpul kawan-kawan atau loyalisnya. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas di pengadilan," tutur Cesar.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membeberkan adanya pelaporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. "Betul saat ini korban sedang membuat laporan di petugas piket kami. Nanti selepas itu kita juga akan lakukan visum. Sementara itu dulu ya," singkat Dudi.

Kepala Desa Mekartanjung berinisial ES buka suara usai dilaporkan ke Polres Sukabumi. ES membenarkan adanya aksi pemukulan tersebut, namun ia membantah telah melakukan pengeroyokan bersama massa.

Saat dihubungi NadiKabar melalui sambungan telepon, ES mengaku aksi kekerasan itu ia lakukan seorang diri secara spontan karena merasa kesal akibat adanya ancaman dan penghinaan yang ditujukan langsung kepada dirinya di media sosial.

"Tanggapan kami ya kesal, dan tentu kami juga ada penyebabnya, Pak. Ada penyebabnya berupa ancaman dari beliau," ujar ES saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026) malam.