Sebelumnya, kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu asal Kecamatan Lembang berhasil menembus pasar Arab Saudi melalui ekspor perdana empat ton green bean hasil fermentasi nanas dengan nilai transaksi sekitar Rp800 juta.
Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah mengatakan ekspor tersebut diawali pengiriman lima sampel dengan metode pengolahan berbeda kepada pembeli di Riyadh, sebelum akhirnya fermentasi nanas dipilih.
Permintaan awal pembeli Arab Saudi mencapai 25 ton, namun Tonas Kopi baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton karena keterbatasan kapasitas produksi dan bahan baku.
Saat ini, Tonas Kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani Desa Cibodas dan menargetkan peningkatan kapasitas produksi dua hingga tiga kali lipat dengan kebutuhan bahan baku lebih dari 100 ton.