NADIKABAR.COM — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan dua individu betina badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dalam keadaan bunting di Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kemenhut Ahmad Munawir dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu, menyebut kebuntingan Ratu dan Delilah sebagai perkembangan penting bagi konservasi badak sumatera, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.
"Kehamilan dua bayi badak sumatera ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa kebuntingan kedua induk badak tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mempertahankan keberlangsungan populasi badak sumatera melalui pengembangbiakan yang terencana, pengelolaan kesehatan reproduksi, serta pemantauan individu secara intensif," ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan Hari Badak Sedunia 2026 diperingati setiap 22 September, di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada Sabtu (3/10), ia menjelaskan pada 3 Oktober 2026, badak betina Ratu tercatat menjalani kebuntingan untuk calon anak keempat bersama pejantan Andalas, dengan usia kebuntingan 238 hari atau sekitar 7,9 bulan.