Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kebutuhan angkutan barang berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang berlangsung di berbagai daerah. Mulai dari pengiriman bahan baku industri, hasil produksi, hingga komoditas yang digunakan dalam aktivitas perdagangan dan kebutuhan masyarakat.
“Setiap komoditas mempunyai perjalanan yang berbeda. Ada barang yang dibutuhkan untuk menjaga kegiatan pabrik, ada hasil produksi yang harus dikirim ke pusat distribusi, dan ada kebutuhan masyarakat yang bergantung pada kelancaran pasokan. KAI melayani bagian dari perjalanan tersebut melalui jaringan kereta api yang terhubung dengan berbagai kegiatan ekonomi,” ujar Anne.
Komposisi angkutan barang KAI memperlihatkan besarnya kebutuhan pengiriman lintas sektor. Komoditas nonbatu bara menyumbang 18,02 persen dari total volume angkutan barang. Pada kelompok tersebut, angkutan petikemas mencapai 4.438.999 ton, setara 48,52 persen dari keseluruhan nonbatu bara, atau meningkat 19,57 persen dibandingkan periode Januari–September 2025.
Selain petikemas, angkutan barang KAI melayani berbagai komoditas seperti bahan bakar minyak, semen dan klinker, hasil perkebunan, pupuk, serta barang retail. Setiap jenis barang memiliki kebutuhan pengiriman yang berbeda, baik dari sisi volume, lokasi tujuan, maupun fasilitas penanganannya. Keragaman tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan logistik yang mengikuti kebutuhan pelanggan industri dan perdagangan.