Menurut Anne, salah satu tantangan distribusi barang adalah keterhubungan antartahapan perjalanan. Barang yang diangkut menggunakan kereta api tetap membutuhkan dukungan terminal, kawasan pergudangan, dan transportasi lanjutan untuk mencapai penerima. Karena itu, pengembangan layanan logistik berbasis rel perlu berjalan bersama kerja sama antarpelaku usaha dan pengelola infrastruktur.
βBagi pelaku usaha, kepastian distribusi penting untuk merencanakan produksi dan pengiriman barang. Kereta api memiliki kemampuan mengangkut muatan besar dalam satu rangkaian, sementara transportasi lanjutan membantu menjangkau lokasi di luar jaringan rel. Keterhubungan tersebut membuka pilihan bagi industri dalam mengatur rantai pasoknya,β jelas Anne.
Dalam jangka panjang, pengembangan infrastruktur logistik juga berkaitan dengan efisiensi biaya distribusi dan pemanfaatan energi. Penggunaan kereta api untuk pengiriman berkapasitas besar dapat menjadi salah satu pilihan dalam merancang jaringan angkutan yang lebih efisien, bergantung pada jarak, jenis komoditas, kapasitas muatan, dan kondisi distribusi di masing-masing koridor. Manfaatnya semakin relevan ketika pelaku usaha perlu mempertimbangkan produktivitas sekaligus dampak lingkungan.
βPerekonomian bergerak melalui banyak kegiatan yang saling terhubung, dari produksi sampai barang digunakan masyarakat. KAI terus mengembangkan kerja sama logistik agar layanan berbasis rel dapat semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan perdagangan. Kami berharap penguatan konektivitas ini memberi lebih banyak pilihan distribusi bagi pelaku usaha serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,β tutup Anne.