Sementara itu, ia menyampaikan, pintu keluar utara menggabungkan unsur budaya khas Cirebon dengan teknologi modern untuk memperkenalkan identitas daerah kepada pelanggan yang tiba di stasiun.

β€œArea tersebut dilengkapi sistem pencahayaan berbasis sensor sebagai bagian dari upaya menghemat penggunaan energi listrik sekaligus menunjang fungsi fasilitas stasiun,” katanya.

Menurut Muhibbuddin, unsur budaya lokal dalam desain fasilitas perkeretaapian menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan karakter daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.

β€œKami ingin Stasiun Cirebon memiliki ciri khas yang membedakannya dari stasiun lain. Perpaduan budaya Cirebon dan teknologi modern menjadi wujud bagaimana identitas lokal dapat dihadirkan dalam fasilitas transportasi yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penataan stasiun juga berkaitan dengan potensi pariwisata Cirebon, karena lokasi tersebut menjadi salah satu pintu masuk wisatawan yang menggunakan kereta api.