"Untuk kejadiannya, saya ketahui berdasarkan dari video saya itu terjadi di atas kelistrikan gerbong 10 yang dekat dengan (gerbong) 11, itu detik detik mau berangkat, tapi akhirnya tidak jadi diberangkatkan akibat kejadian tersebut," kata Aprilia saat dikonfirmasi NadiKabar.

Aprilia mengatakan posisi KRL itu sedang berhenti. Dia mengaku mendengar suara ledakan yang cukup kencang saat peristiwa itu terjadi.

"iya betul (posisi KRL berhenti) di stasiun Jakarta Kota, dan terdengar ledakan cukup kencang keluar cipratan api yang cukup banyak juga semacam petasan gitu dan menyembur," ucapnya.

Dia mengatakan seluruh penumpang akhirnya pindah ke KRL yang lain. "Kereta yang seharusnya berangkat setelah 17.49 WIB akhirnya diberangkatkan lebih dulu," katanya.