NADIKABAR.COM — KRL di Stasiun Jakarta Kota viral di media sosial karena mengeluarkan asap disertai percikan api di atas gerbong. KAI Commuter pun langsung memperbaiki KRL itu.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan pukul 17.52 WIB KRL di jalur 10 Stasiun Jakarta Kota mengalami gangguan operasional yakni mengeluarkan percikan api pada pantograf salah satu kereta Commuter Line nomor 1378 relasi Jakarta Kota-Bogor. Leza mengatakan saat ini KRL itu sudah ditangani petugas.

"Petugas terkait sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan awal pada sarana dan prasarana. Petugas juga telah berkoordinasi dengan petugas teknis untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendala sarana dan prasarana di Stasiun Jakarta Kota," ujar Leza kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).

Leza mengatakan KAI Commuter telah melakukan pengaturan pelayanan agar penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan. KAI telah mengalihkan Commuter Line No.1378 ke Commuter Line No.1380 relasi Jakarta Kota-Bogor yang berangkat dari jalur sebelas Stasiun Jakarta Kota.

"Pada pukul 18.33 WIB rangkaian Commuter Line No.1387 diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota untuk selanjutnya akan dilakukan perbaikan. Kami juga menyiapkan rangkaian pengganti," katanya.

Leza mengimbau kepada seluruh pengguna tetap tetap tertib dengan mengutamakan keselamatan. Dia juga meminta penumpang KRL terus berkoordinasi dengan petugas terkait untuk memastikan penanganan agar segera teratasi sesuai prosedur keselamatan dan keamanan operasional perjalanan kereta.

Sebelumnya, salah satu penumpang KRL yang berada di sana bernama Aprilia Rabawi mengatakan kejadian KRL mengeluarkan asap dan suara ledakan itu terjadi pukul 17.49 WIB, Selasa (27/10/2026). Kereta itu menunggu waktu keberangkatan ke Bogor, Jawa Barat.

Aprilia mengatakan dia berada di gerbong 11 dekat dengan gerbong perempuan. Saat sedang duduk menunggu KRL berangkat, dia tiba-tiba mendengar suara ledakan kemudian melihat gerbong 10 KRL itu mengeluarkan asap, seketika penumpang yang ada di dalam KRL itu panik dan keluar dari KRL.

"Untuk kejadiannya, saya ketahui berdasarkan dari video saya itu terjadi di atas kelistrikan gerbong 10 yang dekat dengan (gerbong) 11, itu detik detik mau berangkat, tapi akhirnya tidak jadi diberangkatkan akibat kejadian tersebut," kata Aprilia saat dikonfirmasi NadiKabar.

Aprilia mengatakan posisi KRL itu sedang berhenti. Dia mengaku mendengar suara ledakan yang cukup kencang saat peristiwa itu terjadi.

"iya betul (posisi KRL berhenti) di stasiun Jakarta Kota, dan terdengar ledakan cukup kencang keluar cipratan api yang cukup banyak juga semacam petasan gitu dan menyembur," ucapnya.

Dia mengatakan seluruh penumpang akhirnya pindah ke KRL yang lain. "Kereta yang seharusnya berangkat setelah 17.49 WIB akhirnya diberangkatkan lebih dulu," katanya.