Saat ini tercatat ada sekitar 7.000 kilometer rel aktif di Indonesia. Ke depannya, masih banyak proyek reaktivasi maupun pembangunan rel baru di berbagai rencana tapak jalur kereta api (trase) yang dinilai krusial untuk mobilitas serta logistik barang.
"Komoditas yang ada di Sumatera, Kalimantan, termasuk Sulawesi sebetulnya sudah sangat membutuhkan jaringan kereta logistik," jelas AHY.
Sementara untuk kebutuhan penumpang, AHY mengaku masih memerlukan penambahan armada atau rangkaian kereta (train set) yang berkapasitas memadai. Di tengah kebutuhan tersebut, AHY memandang rencana kerja sama pengadaan dari luar negeri sebagai sesuatu yang wajar, selama tetap memperhatikan kepentingan industri domestik.
"Kalau ada kerja sama dengan negara-negara lain termasuk Jepang, saya rasa adalah sebuah kewajaran, tapi yang paling penting semangatnya juga adalah bagaimana industri perkeretaapian nasional juga hidup, berkembang. Ada transfer of technology yang kemudian kita kembangkan sendiri menjadi inovasi domestik yang dibutuhkan untuk ke depan," beber ia.