Stasiun Padang mencatat peningkatan dari 1.071 pelanggan pada Januari–Agustus 2025 menjadi 1.338 pelanggan pada periode yang sama 2026 atau tumbuh 24,93 persen, kemudian Stasiun Pariaman meningkat dari 560 menjadi 679 pelanggan atau tumbuh 21,25 persen, serta Stasiun Air Tawar yang naik dari 421 menjadi 443 pelanggan atau tumbuh 5,23 persen.
Pertumbuhan persentase yang lebih tinggi juga tercatat di beberapa stasiun dengan basis pelanggan yang lebih kecil, seperti Stasiun Kuraitaji yang meningkat dari 79 menjadi 154 pelanggan atau tumbuh 94,94 persen, Stasiun Kayutanam dari 44 menjadi 78 pelanggan atau tumbuh 77,27 persen, serta Stasiun Sicincin dari 25 menjadi 78 pelanggan atau meningkat 212 persen.
Berdasarkan akumulasi periode 2022 hingga Agustus 2026, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi yakni 10.229 pelanggan, disusul Stasiun Padang sebanyak 5.681 pelanggan, Stasiun Pariaman 2.889 pelanggan, dan Stasiun Air Tawar 1.861 pelanggan.
Khusus periode Januari–Agustus 2026, BIM mencatat 1.345 pelanggan WNA, sedangkan Stasiun Padang mencapai 1.338 pelanggan, dan gabungan kedua stasiun tersebut menyumbang 49,45 persen dari total pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar hingga Agustus 2026.
Sementara itu, lima stasiun dengan jumlah pelanggan WNA tertinggi pada periode Januari–Agustus 2026 yaitu BIM, Padang, Pariaman, Air Tawar, dan Pasar Alai secara keseluruhan mencatat 4.050 pelanggan atau menyumbang sekitar 74,63 persen dari total pelanggan WNA.
Reza menambahkan posisi stasiun yang terhubung dengan kawasan perkotaan, pusat aktivitas masyarakat, maupun akses menuju destinasi wisata menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas WNA di Sumatera Barat untuk mendukung konektivitas pariwisata dan perekonomian setempat.