"Kami identifikasi ada enam ribu delapan ratus bangunan yang berpotensi mengganggu jalur bebas," katanya.

Ia menyampaikan pihaknya akan melakukan reaktivasi jalur kereta api dari Kayu Tanam ke Padang Panjang, lalu kemudian dilanjutkan ke Solok, dan Sawahlunto.

Untuk tahap pertama, lanjutnya direncanakan reaktivasi rel kereta api Kayu Tanam - Padang Panjang dilaksanakan pada 2027 dengan pajang jalur 15,3 kilometer.

"Rel yang digunakan khusus, bergerigi," ujarnya.