NADIKABAR.COM — PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) memperkuat tiga aspek utama, yakni kinerja, konektivitas dan kualitas layanan dalam menghadapi tingginya kebutuhan transportasi massal untuk mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun 2026.
"KAI terus meningkatkan kinerja, melakukan inovasi dan pembaruan untuk meningkatkan kenyamanan serta pengalaman pelanggan," ujar Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba saat kegiatan Temu Media dan Komunitas KAI di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat.
Ia menjelaskan penguatan konektivitas dilakukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap transportasi kereta api.
Integrasi stasiun dengan angkutan perkotaan, layanan antarkota, akses bandara, kereta cepat, serta moda lanjutan menjadi bagian penting agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan perjalanan.
Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi juga menjadi bagian dari pengembangan layanan. Digitalisasi diarahkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi perjalanan hingga mengakses berbagai layanan KAI.
Ia menyebutkan jumlah pengguna layanan kereta api di Indonesia terus meningkat sepanjang 2026. Hingga September, KAI Group mencatat sekitar 394,44 juta penumpang, jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 368,43 juta penumpang.
"Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 26 juta penumpang atau sekitar 7 persen secara tahunan," katanya.
Capaian tersebut ditopang oleh berbagai layanan yang berada dalam ekosistem KAI Group. Di antaranya kereta api jarak jauh, kereta komuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, KAI Bandara, hingga berbagai layanan transportasi berbasis rel lainnya.
Tingginya pengguna jasa transportasi massal KA tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Karena itu, KAI terus melakukan inovasi dan pembaruan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Selain sektor penumpang, KAI Group juga terus mengembangkan layanan angkutan barang. Transportasi berbasis rel dinilai memiliki peran penting dalam mendukung distribusi komoditas dan aktivitas logistik di berbagai wilayah. Selain itu, KAI juga melayani pengangkutan berbagai komoditas non-batu bara.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan kegiatan Temu Media dan Komunitas menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara KAI dengan insan media serta komunitas.
"Melalui forum ini, kami menyampaikan perkembangan perusahaan sekaligus membuka ruang diskusi mengenai berbagai isu dan perkembangan layanan perkeretaapian," katanya.
Dengan jumlah pengguna yang mencapai 394,44 juta penumpang hingga September 2026, KAI Group optimistis pertumbuhan kinerja dapat terus berlanjut hingga akhir tahun.