NADIKABAR.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah pemberhentian baru kereta api jarak jauh (KAJJ) di Stasiun Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang.

Penyesuaian layanan ini diberlakukan melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang mulai berlaku efektif pada 1 Desember 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan penambahan titik naik-turun penumpang di tiga stasiun penyangga Jakarta tersebut dilakukan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat yang terintegrasi langsung dengan KRL.

"Di Jakarta ini dari Pasar Senen dan Gambir itu kami menambah perjalanan kereta yang naik turun baik itu di Jatinegara, Bekasi, dan juga Cikarang. Peningkatan kebutuhan orang naik kereta dari stasiun ini yang terkoneksi dengan KRL membuat penumpang dari Cikarang dan Bekasi tidak perlu lagi ke Pasar Senen atau Gambir," ujar Anne kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Anne menerangkan keputusan ini didasari oleh lonjakan aktivitas penumpang KAJJ sepanjang periode Januari-Oktober 2026 dibanding periode yang sama di tahun 2025.

Secara rinci, aktivitas naik-turun KAJJ di Stasiun Jatinegara tumbuh 11,46 persen menjadi 1.562.963 penumpang, Stasiun Bekasi naik 9,76 persen menjadi 2.364.801 penumpang, dan Stasiun Cikarang meningkat 3,54 persen menjadi 708.640 penumpang.

Oleh karena itu, perseroan menambah perhentian KAJJ pada rute tertentu, yakni Stasiun Bekasi mendapatkan tambahan 3 perjalanan, Stasiun Cikarang 6 perjalanan, sementara Stasiun Jatinegara mendapat tambahan 2 perjalanan.

Selain itu, KAI memangkas waktu tempuh 74 perjalanan KA antarkota berkat optimalisasi prasarana dan pola operasi dengan percepatan tertinggi mencapai 92 menit.

Beberapa perjalanan KA antarkota yang mengalami pemangkasan waktu paling signifikan di antaranya, KA Kahuripan (Blitar-Kiaracondong) lebih cepat 92 menit, KA Pasundan (Surabaya Gubeng-Kiaracondong) 53 menit, dan KA Airlangga (Surabaya Pasarturi-Pasar Senen) 52 menit.

"Di dalam Gapeka ini juga kami sudah menyiapkan puluhan kereta yang sudah bisa kami reduce waktu tempuhnya sampai 90 menit. Kalaupun ada kereta-kereta yang bertambah waktu tempuhnya karena penambahan layanan perhentian, itu kami upayakan selalu di bawah 10 menit," jelas Anne.