"Sudah pantaskah BEI diperlakukan seperti itu? Apakah tindakan MSCI semata-mata untuk tujuan mulia, membenahi tata kelola bursa saham Indonesia? Harapan saya, MSCI sepenuhnya berada pada posisi seperti itu. Namun, apa pun itu, koreksi dari MSCI tetap kita terima sebagai evaluasi yang serius," kata Said Abdullah dalam keterangan resmi yang diterima NadiKabar, Minggu (18/10/2026).

Sebelumnya para penggawa ekonomi Indonesia juga telah memberikan respons cepat terhadap pengumuman MSCI ini. Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menekankan proses penyesuaian langkah-langkah perbaikan menjadi regulasi di Indonesia perlu dipercepat.

"Tentu kalau kita lihat terkait dengan bidang implementasi daripada regulasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh pasar modal, ini kan mereka merasa periodenya agak panjang. Nah, tentu ini yang harus dijelaskan mengapa prosesnya membutuhkan waktu," ucap Airlangga seperti ditulis NadiKabar Jumat (16/10).

Lalu melihat sikap investor yang panik dengan menarik dana mereka secara ugal-ugalan akan menambah kuat dampak efek domino terhadap pasar saham Indonesia? Di tengah proses percepatan perbaikan pasar saham Indonesia saat ini, apa yang paling perlu dipelototi oleh legislatif? Simak ulasannya bersama Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Membahas berita dari daerah, Kabar Sore akan mengulas kebakaran hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Seperti diketahui, kebakaran yang melanda kawasan tersebut sudah terjadi beberapa hari. Mengutip NadiKabar, per Sabtu (17/10), tim gabungan mencatat ada 11 titik api, dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 100 hektare. Meski disebutkan jika titik api sudah mulai berkurang, namun luasan lahan yang terbakar masih dalam kajian.