"Cuma gara gara bola baper nya kemana mana 🤣🤣 Indonesia ini cuma lolos doang ke final lho bukan juara tapi netizen Malaysia ini udah pada ngamuk dan bahas kemana mana.... Ga kebayang kalo besok indo juara bisa gila kali mereka 🤣🤣🤣🤣🤣" kata @Hari_shevchenko.

Namun sejumlah warganet Malaysia mengungkap postingan berbau rasis ini sebagai balasan dari unggahan sejenis yang dilakukan netizen Indonesia. Salah satunya yang mengedit foto salah satu sultan asal Negeri Jiran.

"Too much???? Kalian yg edit FOTO sultan kami duluan... Trus kalau sampai mainan kalian adalah sultan apa itu baik2 saja?????? Sultan lho sultan bukan perdana menteri / presiden," kata @HisPunya.

"well u make fun of our sultan the one who protect our religion and our country, so? whos in the wrong . We don`t argue about football first , u guys did become weirdly possessed in stadium and suddenly bash our footballers not enough u did to our Agong," tulis @iliyabasyar.

Panasnya percakapan ini muncul setelah Malaysia gagal secara dramatis melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya sebenarnya menang telak 6-0 atas Singapura pada pertandingan terakhir Grup A.

Namun pada pertandingan lain, Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol +9, tetapi Garuda unggul produktivitas gol, 11 berbanding sembilan, sehingga berhak melaju ke final.

Di sisi lain, persaingan sepakbola semestinya tidak menjadi pembenaran untuk membawa-bawa ras, etnis maupun asal negara. X sendiri melarang serangan terhadap seseorang atau kelompok berdasarkan ras, etnis dan asal negara, termasuk penghinaan yang merendahkan serta konten dehumanisasi.