Hujan meteor ini berlangsung setiap tahun sekitar 6-10 Oktober. Tahun ini, Bulan sabit tua diperkirakan tidak terlalu mengganggu pengamatan sehingga langit cukup gelap untuk menikmati fenomena tersebut.

Pengamatan paling baik dilakukan dari lokasi gelap yang jauh dari cahaya perkotaan. Meteor akan tampak seolah berasal dari arah rasi Draco, tetapi dapat melintas di berbagai bagian langit.

Bulan akan memasuki fase Bulan baru pada 10 Oktober pukul 15.50 UTC. Pada fase ini, Bulan berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam. Minimnya cahaya Bulan membuat periode ini menjadi waktu yang baik untuk mengamati objek-objek langit redup, seperti galaksi dan gugus bintang.

Merkurius akan mencapai elongasi timur terbesar pada 12 Oktober dengan jarak sudut 19,6 derajat dari Matahari. Posisi ini menjadi salah satu waktu terbaik untuk mengamati Merkurius karena planet tersebut berada pada posisi paling tinggi di atas cakrawala dalam penampakan langit sore. Merkurius dapat dicari di langit bagian barat sesaat setelah Matahari terbenam.

Hujan meteor Orionids akan mencapai puncaknya pada malam 21 Oktober hingga pagi 22 Oktober. Orionids merupakan hujan meteor dengan intensitas rata-rata hingga sekitar 20 meteor per jam saat mencapai puncak. Fenomena ini berasal dari butiran debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, komet yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno.