"Saya sebagai gubernur mendorong untuk dilakukan itu, karena penanganannya tidak bisa hanya parsial. Penanganannya harus menyeluruh," ujarnya.
Pramono menargetkan perubahan signifikan di kawasan Kali Kebon Melati dapat terlihat pada 2028. Ia menyebut pengerjaan membutuhkan waktu karena kondisi lokasi yang cukup sulit.
"Mudah-mudahan akhir tahun 2028 atau pertengahan tahun 2028 tempat ini menjadi tempat yang berbeda seperti yang menjadi harapan kita bersama," tuturnya.
Selain penataan fisik, Pramono meminta warga ikut menjaga kebersihan kali. Ia mengingatkan agar kebiasaan membuang sampah ke sungai tidak dilakukan lagi setelah penataan selesai.
"Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada, dan itu akan membuat sungainya cepat tersumbat kembali," pungkasnya.