NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin penataan Kali Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilakukan secara menyeluruh. Penataan tidak hanya berupa pengerukan, tetapi juga mencakup pembangunan turap hingga penghijauan kawasan.
Pramono mengatakan Kali Kebon Melati merupakan bagian dari anak Kali Krukut yang memiliki panjang sekitar 2,3 kilometer. Ia mengaku sudah tiga kali meninjau lokasi tersebut.
"Penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali, karena saya melihat kalau ini hanya digali, pasti nanti akan kembali (dangkal), walaupun ini sudah hampir 60 tahun tidak pernah digali," kata Pramono saat meninjau Kali Kebon Melati, Senin (28/9/2026).
Pramono mengatakan Pemprov DKI akan menata kawasan di sepanjang aliran kali. Turap akan dibangun di sisi kiri dan kanan kali. Selain itu, fasilitas MCK yang saat ini masih bersifat parsial akan ditata agar lebih layak.
"Sepanjang 2,3 kilometer saya sudah minta juga dihijaukan. Supaya ini juga menjadi-sebagai kota global-ruang contoh bagi publik untuk bisa menangani permasalahan yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah tersentuh," ujarnya.
Pramono menegaskan penataan tersebut tidak akan dilakukan dengan menggusur warga yang telah lama tinggal di sekitar kali. Menurutnya, kawasan akan dirapikan tanpa menghilangkan keberadaan masyarakat.
"Karena masyarakat yang tinggal di sini rata-rata sudah puluhan tahun, dan tentunya sebagian besar mata pencariannya juga di dekat sini, maka tidak kita lakukan penggusuran. Yang kita lakukan adalah menata dan merapikan kawasan," jelasnya.
Ia mencontohkan fasilitas MCK yang berada di sekitar kali akan diperbaiki dan ditata agar lebih layak. Pramono pun meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera menyiapkan rencana penataan kawasan tersebut.
Ia menargetkan rencana itu dipresentasikan kepadanya pada pekan depan. "Ini nanti saya minta minggu depan Kepala Dinas Sumber Daya Air sudah mempresentasikan rencananya. Kemudian awal tahun depan sudah harus dimulai. Mungkin perlu waktu satu tahun," katanya.
Pramono juga membuka kemungkinan penerbitan penetapan lokasi (penlok) apabila memang dibutuhkan untuk mendukung penataan kawasan.
"Saya sebagai gubernur mendorong untuk dilakukan itu, karena penanganannya tidak bisa hanya parsial. Penanganannya harus menyeluruh," ujarnya.
Pramono menargetkan perubahan signifikan di kawasan Kali Kebon Melati dapat terlihat pada 2028. Ia menyebut pengerjaan membutuhkan waktu karena kondisi lokasi yang cukup sulit.
"Mudah-mudahan akhir tahun 2028 atau pertengahan tahun 2028 tempat ini menjadi tempat yang berbeda seperti yang menjadi harapan kita bersama," tuturnya.
Selain penataan fisik, Pramono meminta warga ikut menjaga kebersihan kali. Ia mengingatkan agar kebiasaan membuang sampah ke sungai tidak dilakukan lagi setelah penataan selesai.
"Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada, dan itu akan membuat sungainya cepat tersumbat kembali," pungkasnya.