"Selama ini, pusat gravitasi Indonesia berada di Jakarta, kemudian berkembang ke Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, wilayah lain di Jawa dan Sumatra. Hari ini, kita bergerak menuju Kalimantan.

Karena itu, forum ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kerja sama regional yang lebih kuat dapat mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," sambung Rachmat.

Ia menjelaskan, transformasi ekonomi di Borneo akan ditopang enam klaster strategis, yakni teknologi bersih, industri farmasi terintegrasi, pertanian berkelanjutan, ekowisata dan wisata kesehatan, industri kimia, serta energi rendah karbon.

Selain itu, investasi di bidang sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pengembangan keterampilan, dan infrastruktur juga menjadi faktor penting untuk mendukung transformasi ekonomi tersebut.