NADIKABAR.COM — Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan utama pemerintah dalam penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring dengan lonjakan signifikan jumlah titik panas serta luas lahan terbakar di kedua wilayah tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan di Jakarta, Rabu, mengungkapkan dari total 10 provinsi yang dipantau secara nasional, terdapat enam wilayah yang menjadi perhatian khusus dengan temuan mencapai 864 titik api serta total luas lahan dalam penanganan seluas 1.615 hektare.
"Di Kalimantan Tengah, jumlah hotspot meningkat 50 persen menjadi 425 hektare dari hari kemarin, serta jumlah lahan yang dalam penanganan sebesar 664 hektare dan ini pun mengalami kenaikan," kata Berton.
Dia menambahkan kondisi serupa terpantau di Provinsi Sumsel, di mana jumlah titik api melonjak drastis hingga 186 persen menjadi 60 titik, sementara luas lahan yang berada dalam penanganan petugas mencapai 105 hektare atau meningkat 66 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Selain Kalteng dan Sumsel, eskalasi titik api dan luas lahan terdampak juga dicatatkan di Provinsi Jambi dengan temuan 150 titik api yang mengalami lonjakan hingga 134 persen, serta luas lahan dalam penanganan seluas 403 hektare.
Menghadapi tren peningkatan yang cukup masif di sejumlah daerah prioritas tersebut, BNPB secara khusus mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta mengoptimalkan sumber daya penanggulangan secara maksimal.
Menurut dia, BNPB masih mengerahkan armada udara untuk melakukan operasi pemadaman, patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yang diharapkan dapat meredam potensi perluasan karhutla di tengah dinamika cuaca saat ini.
"Tentu kami mengimbau kepada pemerintah daerah secara khusus melihat, terutama adanya peningkatan titik api dan juga jumlah lahan yang sedang ditangani. Selagi masih bisa kita tangani tentu kita mengupayakan secara maksimum upaya yang dilaksanakan," tegas Berton.