"Dalam upaya penanganan insiden tersebut, kepolisian bersama personel gabungan TNI melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, serta pemantauan situasi keamanan di sekitar camp perusahaan di Jembatan Imor Lama, Distrik Fef," jelasnya.

Sementara itu, korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang, yakni Naharudin (41), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi.

"Tujuh pekerja proyek yang terdampak insiden tersebut telah berhasil ditemukan dan dievakuasi," ujarnya.

Insiden penyerangan dan pembakaran itu terjadi pada Rabu (4/11) di Kampung Sikor, Distrik Fef. Dalam peristiwa tersebut, para pekerja proyek pembangunan jalan menjadi sasaran penyerangan.

Sejumlah fasilitas dan kendaraan milik perusahaan juga dilaporkan dibakar, meliputi camp pekerja, sepeda motor, mobil Hilux, truk, serta alat berat ekskavator.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Tambrauw juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat guna bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif.

Dia mengatakan, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk patroli bergerak di wilayah Distrik Fef, Distrik Bamusbama, dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Polisi juga tengah memburuh para pelaku yang diduga berasal dari kelompok OPM wilayah Tambrauw.