Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede menilai impor mesin, peralatan, bahan baku, dan barang penolong dapat memperluas kapasitas produksi apabila kemudian menghasilkan produksi dan ekspor bernilai lebih tinggi di dalam negeri.

Di titik ini, persoalan rantai pasok menjadi lebih konkret. Barang yang masuk dari China dapat menjadi bagian dari proses industrialisasi Indonesia apabila tersambung dengan produksi domestik, pemasok lokal, alih teknologi, dan ekspor.

Jika hubungan itu dangkal, peningkatan arus barang hanya memperbesar transaksi tanpa memperdalam basis produksi.

Karena itu, Kanal Pinglu belum dapat disebut telah mengubah pola perdagangan Indonesia. Data untuk mengukur dampaknya juga belum tersedia. Yang sudah berubah adalah pilihan rute dan potensi konfigurasi rantai pasok yang kini semakin luas.

Ketika China dan ASEAN semakin terhubung, perusahaan memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan lokasi pemasok, pengolahan, dan distribusi. Pertanyaan bagi Indonesia bukan sekadar apakah barang China akan lebih mudah masuk, tetapi apakah keterhubungan baru itu juga dapat menarik lebih banyak kegiatan produksi ke dalam negeri.