Dalam laporan tersebut, Yunita tidak mencantumkan kepemilikan tanah, bangunan, harta bergerak lainnya, ataupun utang. Posisi sebagai PPK ini masih tercantum dalam LHKPN periodik tahun 2022.

Nilai kekayaannya pada 2022 sempat turun tipis menjadi Rp892.304.504. Harga mobil Vellfire miliknya dilaporkan menyusut menjadi Rp830 juta, sementara posisi kas meningkat menjadi Rp62.304.504.

Karier Yunita melesat pada 2023 saat ia dipercaya menduduki jabatan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor. Seiring dengan promosi jabatan tersebut, struktur kekayaannya berubah drastis. Total hartanya melonjak menjadi Rp6,97 miliar, atau bertambah Rp6.077.695.496 (sekitar 681 persen) hanya dalam setahun.

Dalam laporan 2023, muncul empat bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp5,25 miliar. Seluruh properti tersebut diklaim sebagai hasil sendiri yang tersebar di wilayah Bogor, Bekasi, hingga Palembang.

Aset termahal yang dilaporkan adalah tanah seluas 277 meter persegi dengan bangunan 300 meter persegi di Bogor senilai Rp2,8 miliar. Selain itu, terdapat properti lain di Bogor senilai Rp1,3 miliar, aset di Palembang senilai Rp1 miliar, serta tanah dan bangunan di Bekasi seharga Rp150 juta.

Pada tahun yang sama, ia juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya sebesar Rp700 juta dan kas Rp220 juta. Sementara itu, nilai Toyota Vellfire miliknya ditaksir seharga Rp800 juta.

Belum dapat dipastikan melalui lembar pengumuman LHKPN apakah keempat properti tersebut diperoleh sepanjang tahun 2023 atau sudah dimiliki sebelumnya namun baru dilaporkan. Dokumen publik tersebut memang tidak menyertakan tanggal maupun harga perolehan awal setiap aset.