Pada laporan 2024, Yunita masih menjabat sebagai Sekretaris DPRD dengan kekayaan yang naik menjadi Rp7,47 miliar. Kenaikan sekitar Rp500 juta ini bukan berasal dari penambahan aset baru, melainkan peningkatan nilai (apresiasi) dari empat properti yang sudah dilaporkan sebelumnya sebesar Rp420 juta.

Harta bergerak lainnya juga naik menjadi Rp750 juta dan kas bertambah menjadi Rp300 juta. Di sisi lain, nilai Toyota Vellfire miliknya mengalami penyusutan menjadi Rp750 juta. Perjalanan karier Yunita kembali berganti pada laporan 2025 saat ia resmi menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor.

Saat menjabat sebagai kepala badan, Yunita melaporkan total kekayaan mencapai Rp8.542.499.243, atau naik sekitar Rp1,07 miliar dari tahun sebelumnya. Sebagian besar hartanya berupa lima bidang tanah dan bangunan senilai Rp6.915.512.727.

Meskipun empat properti lama tidak mengalami perubahan nilai, terdapat satu aset baru yang muncul di Bogor berupa tanah seluas 300 meter persegi dengan bangunan 176 meter persegi. Properti tersebut bernilai Rp1.245.512.727 dan tercatat sebagai hasil sendiri.

Selain aset properti, Yunita memiliki Toyota Vellfire tahun 2016 senilai Rp600 juta, harta bergerak lainnya Rp600 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp426.986.516.

Menariknya, tidak ditemukan adanya surat berharga, harta lainnya, maupun utang dalam laporan tahun 2025. Seluruh dokumen LHKPN Yunita sejak 2021 hingga 2025 secara konsisten mencatat bahwa dirinya nihil utang.

Secara akumulatif, kekayaan Yunita telah bertambah sebanyak Rp7.648.849.243 selama lima tahun terakhir. Kenaikan fantastis ini mencapai 855,9 persen, yang membuat nilai hartanya pada 2025 menjadi 9,56 kali lipat dibandingkan saat laporan awal pada 2021.