NADIKABAR.COM — Xpeng X9 dikabarkan memiliki masalah pada sistem kantung udara (air bag), karena tidak mengembang dalam kecelakaan yang menyebabkan kendaraan tersebut mengalami kerusakan berat hingga dinyatakan tidak layak diperbaiki kembali oleh perusahaan asuransi di China.

CarnewsChina, Senin, melaporkan bahwa insiden itu terjadi ketika kendaraan tersebut menabrak trotoar yang menyebabkan terjadinya pengendara hilang kendali dan berakhir menabrak pohon dan juga tiang listrik sebelum terguling.

Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah, tetapi tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Pemilik kendaraan bernama Liu mempertanyakan tidak aktifnya sistem keselamatan tersebut, mengingat tingkat kerusakan kendaraan akibat kecelakaan itu.

Menanggapi kejadian tersebut, XPeng menyatakan hasil pemeriksaan data kendaraan dan rekaman perjalanan menunjukkan mobil berada dalam mode berkendara manual saat kecelakaan terjadi.

Pengemudi disebut, terus menekan pedal akselerator dan membelokkan kemudi secara tajam sebelum benturan.

Pabrikan menyebut, kalau benturan tersebut tidak memenuhi ambang batas aktivasi sensor kantong udara. XPeng juga menyatakan bersedia bekerja sama, apabila pemilik meminta pemeriksaan independen oleh pihak ketiga untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya evaluasi sistem keselamatan kendaraan listrik, khususnya mekanisme aktivasi kantong udara yang bergantung pada karakteristik benturan yang terdeteksi sensor.

XPeng X9 merupakan MPV listrik tujuh penumpang yang pertama kali dipasarkan pada Januari 2024. Model tersebut kemudian memperoleh pilihan sistem penggerak listrik, dengan pemanjang jarak tempuh atau extended-range electric vehicle (EREV) pada November 2025.

Sebelumnya, X9 juga menghadapi persoalan pada sistem suspensi udara depan. Pada Juli 2026, otoritas pengawas pasar China mengumumkan penarikan kembali atau recall terhadap 33.473 unit yang diproduksi pada 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025.

Masalah tersebut berkaitan dengan potensi kebocoran udara pada suspensi depan akibat variasi proses manufaktur, yang dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi pengendalian kendaraan.

XPeng menyatakan akan mengganti komponen suspensi udara depan yang terdampak secara gratis. Namun, kasus kantong udara yang tidak mengembang dalam kecelakaan terbaru ini masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.