Kapal tempur terdahulu umumnya hanya mengusung empat meriam 12 inci ditambah berbagai meriam kaliber menengah. HMS Dreadnought menghilangkan bagian tersebut dan mengusung sepuluh meriam 12 inci dalam lima kubah ganda.

Desainnya memungkinkan kapal menembakkan delapan meriam berat sekaligus dalam satu tembakan samping. Selain itu, kapal ini bisa melancarkan dua kali lipat serangan dari kapal tempur sezamannya.

Kapal tempur lama menggunakan mesin uap bolak-balik (reciprocating steam engines) yang terbatas kecepatannya (15-18 knot). Sedangkan HMS Dreadnought memberikan keunggulan kecepatan tinggi yang memungkinkan armada mendekati musuh, melarikan diri, atau menghindari ancaman serangan.