Apabila tabungan telah memenuhi nisab dan haul, kadar zakat yang digunakan adalah 2,5 persen.

Perhitungannya dapat dilakukan dengan rumus:

Sebagai contoh, seseorang memiliki tabungan Rp200 juta yang telah memenuhi nisab dan haul. Maka zakat yang perlu ditunaikan adalah Rp200 juta dikalikan 2,5 persen, yakni Rp5 juta.

Namun, contoh tersebut hanya menggambarkan cara menghitung. Untuk menentukan apakah tabungan benar-benar telah wajib dizakati, nilai simpanan tetap perlu dibandingkan dengan nisab yang berlaku.

Bagaimana jika memiliki banyak rekening?

Seseorang bisa memiliki lebih dari satu rekening, termasuk rekening untuk kebutuhan sehari-hari, rekening tabungan dan deposito.

Dalam kondisi tersebut, seluruh simpanan yang relevan perlu diperhitungkan sesuai ketentuan zakat. BAZNAS memberikan contoh bahwa beberapa simpanan di rekening berbeda dan deposito dapat dijumlahkan untuk mengetahui apakah total harta telah mencapai nisab.

Karena itu, pemilik beberapa rekening sebaiknya tidak hanya melihat saldo pada satu rekening ketika menentukan kewajiban zakat.

Apakah tabungan Rp100 juta wajib dizakati?

Jawabannya bergantung pada nilai nisab dan apakah tabungan tersebut telah memenuhi haul.