Kedua fasilitas tersebut ditingkatkan untuk mendukung pelayanan kapal dengan kapasitas yang lebih besar sekaligus memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan.
Pada sisi Ketapang, Dermaga Ponton yang sebelumnya difungsikan sebagai anchorage area atau daerah labuh jangkar memiliki kapasitas beban 10 ton dan melayani kapal dengan kapasitas hingga 500 GRT.
Melalui peningkatan ini, fasilitas tersebut akan dikembangkan menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas beban 60 ton dan kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT.
Sementara itu, Dermaga II Gilimanuk yang sebelumnya memiliki kapasitas beban 30 ton dan melayani kapal hingga 2.000 GRT akan ditingkatkan menjadi berkapasitas 60 ton, dengan kemampuan melayani kapal hingga 5.000 GRT.
Peningkatan tersebut diharapkan memperkuat kesiapan infrastruktur dalam mendukung operasional kapal dengan kapasitas lebih besar. Pengembangan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan fleksibilitas pengaturan sandar dan pemuatan kapal sesuai kebutuhan operasional.