"Again, komitmen kami adalah terus melakukan reformasi yang sudah kami lakukan, kami perbaiki quality-nya, apa evidence-evidence-nya, ukuran-ukuran efektivitasnya juga akan kami komunikasikan," jelasnya.

Saat disinggung potensi outflow dari pemangkasan status MSCI, Iding mengaku BEI tidak menyediakan angka-angka tersebut. Pasalnya, outflow di pasar modal bergantung pada keputusan masing-masing investor.

"Kami tidak bisa memproyeksikan dan tidak bisa apa, memperkirakan berapa yang keluar, again itu bergantung pada keputusan tentunya investor global dengan kondisi seperti ini," pungkasnya.

MSCI diketahui membuka konsultasi untuk reklasifikasi status pasar modal Indonesia. Dalam proposal tersebut, status pasar modal RI terancam turun status dari Emerging Market menjadi Standalone Market dalam indeks saham MSCI.