NADIKABAR.COM — Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Langggeng Purnomo mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat berlangsung tertib. Dia memastikan situasi di Jogja saat ini aman dan kondusif.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026 dengan tertib dan damai. Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa, seluruh elemen yang menyampaikan pendapat, stakeholder yang membantu Polri, serta masyarakat Yogyakarta yang tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ini menunjukkan bahwa kita semua memiliki kepedulian yang sama untuk menjaga Yogyakarta tetap aman dan kondusif," kata Langgeng kepada wartawan, Jumat (30/10/2026).

Secara khusus, Langgeng menyampaikan terima kasih kepada Aliansi UMY Bergerak dan Gelora, gabungan Forum BEM DIY, BEM Nusantara, Gempur dan HMI Cabang Yogyakarta, Aliansi Jogja Memanggil yang terdiri dari Forum Cik Di Tiro, Wakanda, LSS, FPPI, UNY, LBH Yogyakarta, Aliansi UIN Sunan Kalijaga dan ISI Bergerak, Aliansi Mahasiswa UGM dan UPN, serta PC PMII DIY. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh stakeholder yang telah membantu Polri dalam pelayanan, tokoh masyarakat, serta masyarakat Yogyakarta yang tidak mudah terprovokasi di tengah dinamika situasi yang berkembang.

Menurut Langgeng, kegiatan penyampaian aspirasi di seluruh titik aksi hingga pukul 17.30 WIB berlangsung aman, tertib dan kondusif. Sejumlah kelompok massa menyampaikan aspirasi di beberapa lokasi, di antaranya kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, DPRD DIY, Alun-alun Utara, Kantor Gubernur DIY hingga kawasan Kraton Yogyakarta.

Situasi yang sebelumnya berlangsung aman dan tertib kemudian berubah akibat munculnya sekelompok perusuh yang melakukan tindakan anarkis. Sekelompok orang yang bukan bagian dari penyampaian aspirasi secara tertib mulai melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum setelah penyampaian aspirasi di Titik Nol membubarkan diri dengan damai.

Langgeng mengatakan kelompok tersebut bergerak dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta menuju Gedung DPRD DIY, kemudian melakukan sejumlah tindakan provokasi dan anarkis, di antaranya mendorong pagar istana gedung agung, menyalakan petasan dan kembang api, pelemparan batu hingga molotov, serta perusakan fasilitas umum.

"Tindakan tersebut kemudian berdampak terhadap situasi di sekitar lokasi. Massa yang sebelumnya menyampaikan aspirasi secara tertib di DPRD DIY maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi turut terdampak oleh situasi yang berkembang", ujar Langgeng.