"Kalau 'dipentung' (dipukul) malah semakin berani, tapi kalau 'dipangku' (dirangkul), maka akan melunak," tegasnya.

Selain mendukung peran sebagai relawan, Sigit juga menawarkan dukungan bagi anggota Garda Satya NKRI yang ingin mandiri secara ekonomi. Polri menyatakan siap memfasilitasi koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk pengembangan kompetensi kewirausahaan.

"Tadi kita sempat berdiskusi bahwa beliau-beliau memiliki keinginan kuat untuk kemudian bisa mengaktualisasikan apa yang beliau miliki di bidang-bidang yang saat ini sudah ditekuni, baik di kewirausahaan, di ekonomi, di bidang dakwah, bahkan keterpanggilan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti bencana ataupun hal-hal lain," terangnya.

Sigit menegaskan bahwa semua pihak kini adalah keluarga besar yang terikat dalam semangat persaudaraan. Ia mengajak seluruh anggota Garda Satya NKRI untuk memegang teguh semboyan "Sak Duluran Sak Lawase".

"Kita ini semua adalah keluarga besar, kita sudah menjadi saudara. Manakala negara memanggil untuk penugasan, kita harus siap. Mari kita jaga seluruh ikatan yang ada, kita guyub rukun dan terus menjaga persatuan," pungkasnya.