Dia mengatakan inilah modus yang dilakukan oleh para penyelundup. Ada kapal pembawa barang dan ada kapal penerima.

"Modus para penyelundup itu seperti itu, mereka datang dari beberapa negara, kadang dari wilayah Laos dan sebagainya, kemudian melakukan transaksi di laut Andaman atau juga Selat Malaka. Ya dari ship to ship atau kapal ke kapal," ujarnya.

Kapal-kapal ini melakukan transaksi di atas laut. Ketika barang habis kemudian diisi lagi.

"Kapal pembawa barang, ada penerima, begitu habis nanti diisi lagi, terus aja begitu," katanya.