"Kami tentu sangat bangga dengan hasil yang dicapai tim Indonesia, khususnya Zaskia Putri Salurante yang berhasil meraih medali perunggu dunia di kategori Junior Female Kata. Ini merupakan hasil yang sangat berarti bagi kontingen Indonesia," ujar Harmen dalam keterangan kepada NadiKabar.
Harmen menjelaskan bahwa persiapan tim nasional menghadapi kejuaraan dunia kali ini tergolong singkat. Para atlet menjalani pemusatan latihan atau Training Camp (TC) selama kurang lebih dua minggu sebelum bertolak ke Polandia.
"Dengan persiapan TC yang relatif singkat, sekitar dua minggu, kami tentu sangat bersyukur masih bisa membawa pulang medali dari kejuaraan dunia. Ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim yang telah berjuang maksimal," lanjutnya.
Meskipun demikian, Harmen mengakui bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang harus menjadi perhatian, khususnya pada nomor kumite yang belum berhasil mempersembahkan medali.
"Untuk kategori kumite, kali ini memang belum menjadi rezeki kita. Namun, hasil ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita melihat banyak atlet dari negara lain memiliki keunggulan postur tubuh yang lebih tinggi serta jangkauan serangan yang lebih panjang. Ini merupakan tantangan yang harus kita jawab melalui peningkatan strategi, teknik, kecepatan, pengaturan jarak, dan kualitas latihan," jelas Harmen.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB FORKI Bidang Luar Negeri, Ricky Muchtar, menegaskan bahwa keberhasilan Zaskia bukanlah prestasi yang datang secara instan.