Menurutnya, perjalanan panjang Zaskia, yang akrab disapa Keong, merupakan contoh nyata pentingnya pembinaan atlet secara konsisten, berkelanjutan, dan melalui pengalaman kompetisi internasional.

"Prestasi Keong hari ini tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah hasil dari proses pembinaan yang panjang. Kami sudah beberapa kali memberikan kesempatan kepada Keong untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional yang diselenggarakan World Karate Federation," ujar Ricky.

Ricky juga berharap prestasi Zaskia dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan karate Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan atlet usia muda menuju level senior.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi internasional harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan semata-mata berdasarkan keberhasilan membawa pulang medali dalam satu pertandingan.

"Kita tidak bisa mengharapkan seorang atlet langsung menjadi juara dunia hanya dengan satu atau dua kali mengikuti pertandingan internasional. Mereka membutuhkan proses, pengalaman, kesempatan untuk kalah, belajar, memperbaiki diri, dan kembali bertanding. Itulah bagian penting dari pembinaan," demikian Ricky.