Efisiensi ini memberikan dampak ganda. Selain menghemat pengeluaran orang tua hingga ratusan ribu rupiah, Pemkab Karawang juga berhasil menghemat anggaran sebesar Rp17,2 miliar per tahun. Dana penghematan tersebut rencananya akan dialihkan untuk perbaikan infrastruktur pendidikan.
"Kita sudah hemat Rp17,2 miliar dari program ini, modulnya siswa dapat, uangnya tidak keluar. Kalau kita hitung Rp17,2 miliar bisa untuk merehab 115 ruang kelas, atau membangun 57 ruang kelas baru, bahkan 5 unit sekolah baru. Jadi kedepan mungkin kita bisa menambah sekolah baru meskipun program modul belajar gratis juga berjalan," ujar dia.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari legislatif. Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang memberikan apresiasi karena skema pembiayaan yang digunakan tidak menambah beban pada Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
"Kita juga diapresiasi oleh Komisi IV, sebab dulu sempat kebingungan katanya ada program modul gratis tapi anggaran di KUA-PPAS tidak kita ajukan, padahal sistemnya memang kita gunakan anggaran yang sudah ada di APBN," jelas Wawan.
Ke depannya, setiap siswa akan menerima satu modul setiap semester atau dua modul dalam satu tahun ajaran secara cuma-cuma.
"Setiap siswa mendapat 1 modul untuk 1 semester, jadi setiap tahun mereka mendapat 2 modul, dengan materi terupdate yang diperbaharui menyesuaikan kurikulum yang disusun oleh para guru terbaik di FKKG dan MGMP," pungkasnya.