Sementara itu, area berwarna biru dan ungu menunjukkan konsentrasi karbon monoksida yang lebih rendah serta area hitam mewakili wilayah di mana data belum dikumpulkan atau instrumen memiliki informasi yang tidak mencukupi.
Data ini menunjukkan penyebaran karbon monoksida di Bumi dari ketinggian 18.000 kaki (5,4 kilometer) yang dirata-ratakan selama tiga hari.
Menurut perhitungan NASA, konsentrasi monoksida dinyatakan dalam ppbv (bagian per miliar volume), yaitu bagian per miliar berdasarkan volume. Hal ini berarti nilai 1 ppbv ditujukan untuk setiap miliar molekul gas dalam volume tertentu, terdapat satu molekul tersebut adalah CO.
NASA menyebut karbon monoksida merupakan gas yang dilepaskan oleh mobil, gunung berapi, kebakaran hutan, dan pembakaran kayu atau bahan bakar fosil yang tidak sempurna. Gas ini bereaksi di atmosfer untuk menciptakan karbon dioksida.
Sebelumnya, sejumlah wilayah Indonesia telah diselimuti kabut asap akibat karhutla dari berbagai wilayah, seperti Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.
Laporan terbaru menunjukkan wilayah Sumatra Utara kini telah diselimuti kabut asap akibat karhutla dari Sumatra Selatan dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan massa angin.