NADIKABAR.COM — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghadapi tantangan di sejumlah wilayah. Pemerintah mengandalkan pemadaman darat dan udara, operasi modifikasi cuaca untuk membantu pembasahan lahan, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat pembakaran.

Hal ini disampaikan dalam diskusi 'Strategi Penanganan Karhutla dan Penguatan Respons Darurat Melalui Kolaborasi Lintas Sektor' yang bertempat di Amanaia Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 20 Oktober menunjukkan masih ada 481,26 hektare area karhutla yang belum padam di enam provinsi prioritas. Luas tersebut setara 48,9% dari target area penanganan sekitar 983,34 hektare.

Sementara itu, area yang dilaporkan telah padam mencapai 502,08 hektare atau 51,1%. Sisa area terbesar berada di Kalimantan Tengah, yakni 321,35 hektare, disusul Sumatra Selatan 84 hektare, dan Jambi sekitar 70 hektare.