Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sistem deteksi dan peringatan dini, pemetaan serta klasifikasi daerah rawan, peningkatan patroli dengan mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga memastikan kesiapsiagaan satuan tugas darat beserta personel dan peralatannya.

Selain itu, penerapan standar operasional prosedur penanganan karhutla, penetapan status keadaan darurat berdasarkan rekomendasi teknis dan kondisi lapangan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan secara sengaja juga menjadi perhatian.

"Pemantauan dan respons cepat harus dilakukan secara berkelanjutan. Setiap informasi mengenai karhutla harus segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti agar api tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalkan," tegas Khofifah.

Pelaksanaan OMC selanjutnya akan terus dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan potensi awan berdasarkan hasil pemantauan dan rekomendasi BMKG.

Di samping berbagai ikhtiar teknis tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat dan para tokoh agama memperkuat ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.

"Pasuruan merupakan daerah yang religius. Saya berharap masyarakat bersama para tokoh agama melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon hujan. Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT," harapnya.

Khofifah turut mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Menurutnya, dinamika cuaca dapat berubah dengan cepat sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur harus terus dijaga.

"Kami akan terus berikhtiar agar risiko karhutla dan dampak kekeringan dapat diminimalkan. Semoga setiap langkah yang dilakukan membawa manfaat, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak," pungkasnya.

Sementara untuk hari Selasa (8/9) ini, OMC dilakukan di kawasan Gunung Argopuro ran Gunung Ijen dengan ketinggian 7.000-10.000 Feet

"Untuk bahan semai yakni NaCl sebanyak 800 Kilogram," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.