Mekanisme ini dapat membentuk lingkaran yang merugikan. Ketika pohon mati atau tutupan hutan berkurang, kelembapan mikroklimat dapat menurun. Pada saat yang sama, batang mati dan vegetasi yang tumbuh setelah kebakaran dapat menjadi bahan bakar ketika mengering. Jika gambut juga dikeringkan oleh kanal drainase, risiko kebakaran berulang semakin besar.
Temuan lain dari penelitian di lahan gambut Sumatera yang diterbitkan dalam Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan pada Desember 2025 memperlihatkan bahwa vegetasi di area yang terbakar berulang pulih lebih lambat dan lebih tidak merata dibandingkan area yang hanya terbakar sekali. Survei lapangan juga menemukan struktur hutan lebih sederhana, dengan berkurangnya kerapatan pohon dan meningkatnya dominasi semak serta pakis.