NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat, tidak terkecuali dari sisi ekonomi. Kondisi itu utamanya dirasakan di wilayah terdampak yakni Kalimantan.

Deputi Bidang Neraca dan Analis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Edy Mahmud mengatakan efek karhutla yang mengganggu aktivitas ekonomi dapat terlihat dari sektor kehutanan. Pada kuartal III-2026, sektor kehutanan kontraksi 2,52% alias turun tajam dibandingkan kuartal II-2026 yang tumbuh 6,02%.

"Dampak karhutla terhadap pertumbuhan ekonomi memang bisa diamati secara langsung dengan pertumbuhan lapangan usaha sektor kehutanan. Jadi subsektor kehutanan di triwulan III ini kontraksi 2,52%, jauh turun dibandingkan pertumbuhan kuartal II," kata Edy dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/11/2026).