Zacharia mengawali sesi dengan membacakan secara lambat daftar yang disebutnya sebagai berbagai pencapaian Trump. Setelah itu, dia hanya menjawab tiga pertanyaan dari wartawan.

Zacharia pernah menyebut China tidak memiliki "toilet yang layak". Dalam wawancara dengan seorang influencer ternama AS, seperti dilansir AFP, Jumat (16/10/2026), Zacharia yang pernah tinggal di China ini menceritakan kembali persepsi yang berkembang pada tahun 2016 lalu, soal China akan segera melampaui AS.

"Kami semua diberitahu bahwa Hillary (Clinton) akan menang. Masa keemasan atau masa kejayaan Amerika dianggap telah berakhir. Bahwa China digadang-gadang akan berjaya," kata Zacharia dalam wawancara dengan Jack Posobiec, seorang influencer sayap kanan, yang disiarkan pada Kamis (15/10) waktu setempat.

"Saya ingat betul saat itu, karena baru saja kembali dari China, saya berpikir, 'Bagaimana mungkin China menjadi negara berikutnya yang akan berjaya?' Mereka bahkan tidak memiliki toilet yang layak," ucapnya.

Komentar Zacharia ini menjadi sorotan setelah Trump baru-baru ini membanggakan "hubungan yang sangat baik" dengan Presiden China Xi Jinping.

Dalam pertemuan puncak di Washington DC pada September lalu, Trump dan Xi membahas berbagai topik, mulai dari kecerdasan buatan (AI) dan perdagangan hingga konflik Iran yang menemui jalan buntu, serta mengonfirmasi mereka akan bertatap muka kembali pada tahun ini.

Zacharia menggelar konferensi pers pertamanya di Gedung Putih pada Selasa (13/10) waktu setempat, yang berlangsung sangat singkat di mana dia hanya menjawab pertanyaan dari tiga jurnalis saja.

Sebelum komentar soal toilet China itu mencuat, Zacharia menjadi sorotan terkait kualifikasi legal yang diklaim olehnya. Dia menyebut dirinya sebagai pengacara, namun tidak bisa menjawab dengan jelas ketika ditanya di mana dia lulus ujian profesi advokat -- prasyarat untuk bisa melakukan praktik hukum di AS.