Dia mencantumkan posisinya sebagai penasihat hukum di sebuah organisasi nirlaba konservatif di California, dan mengakui pernah bekerja di sebuah firma hukum di Beijing.
Namun ketika ditanya soal latar belakang hukumnya pada Kamis (15/10), Zacharia menjelaskan bahwa dirinya sempat mendaftar untuk mengikuti ujian profesi advokat (bar exam), namun kemudian "terganggu dan kewalahan" oleh kepindahan dirinya bersama sang suami ke China.
Dia mengakui tidak mengikuti kembali ujian profesi advokat setelah kembali ke AS.
Tetapi, Zacharia bersikeras bahwa dia tetap dapat menyebut dirinya sebagai pengacara (lawyer). Dia diketahui lulus dari Pepperdine University dengan gelar di bidang hukum.
Dikatakan oleh Zacharia bahwa "banyak orang di bidang ini" meyakinkan dirinya jika dia boleh "melabeli dirinya sebagai lawyer, bukan attorney at law... dan memberikan analisis hukum", mengingat dia memiliki gelar Sarjana Hukum dan pengalaman di bidang hukum bisnis selama di China.
"Saya sangat berhati-hati dalam menjalankan ini," ujarnya.
Namun demikian, reaksi keras diberikan oleh Campaign for Accountability, sebuah organisasi etika politik, yang mendesak California Bar Association untuk melakukan penyelidikan terhadap Zacharia. Calfiornia merupakan wilayah asal Zacharia.
"Di California, menyebut diri sendiri sebagai pengacara tanpa memiliki lisensi bukanlah sekadar bualan, itu adalah tindak pidana," tegas Campaign for Accountability.