DOJ mengatakan tas milik Alfozan ditemukan di gedung OpenAI pada 5 Oktober. Tas itu berisi dompet dan kartu identitas Alfozan serta alat perekam yang sama seperti yang ditemukan di ruang rapat.
Alfozan diduga menggunakan 'alat produktivitas' untuk mengumpulkan informasi terkait kantor OpenAI. Ia juga menggunakan chatbot untuk mencari informasi tentang cara merakit, memasang, dan menyembunyikan alat perekam.
Lewat akun chatbot yang terhubung dengan pasangannya, penyelidik menemukan prompt yang bertanya kepada model AI tentang cara membuat alat perekam audio yang beroperasi terus-menerus dan cara mengenkripsi kartu SD.
Dalam pernyataan resminya, OpenAI mengatakan mereka menggunakan model AI-nya sendiri untuk memahami perangkat tersebut. Ruang rapat tempat alat itu ditemukan sering dipakai untuk membahas informasi rahasia, termasuk peta jalan produk, riset, dan komunikasi dengan pemerintah.