"Saat ini kami tidak menemukan indikasi bahwa individu tersebut mengakses atau mengambil model weights, source code, atau data konsumen secara tidak sah," kata OpenAI dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (14/10/2026).
"Kami menanggapi perlindungan terhadap teknologi, data, dan sumber daya manusia kami dengan serius, dan menganggapnya sebagai masalah yang penting bagi kepentingan nasional," sambungnya.
Alfozan dipecat dari OpenAI setelah insiden tersebut dan menjalani sidang pertamanya pada Selasa (13/10) kemarin. Jika dinyatakan bersalah, ia akan menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara, denda USD 250.000, dan masa pengawasan selama tiga tahun setelah dibebaskan.