"Terutama masalahnya kesepian. Biasanya saat ditanya kamu ada sama siapa? Nggak ada. Dia sendirian," ujarnya.
Tingginya akses layanan tersebut juga membuat tenaga psikolog harus melakukan proses triase. Setiap pasien dibatasi waktu konsultasinya agar lebih banyak orang yang membutuhkan pertolongan dapat ditangani.
Dalam satu shift selama tiga jam, disebut ada sekitar 500-600 orang yang mengakses layanan, sementara jumlah psikolog yang bertugas hanya sekitar lima orang.
Karena itu, konsultasi dibatasi maksimal 30 menit. Kasus yang dinilai bukan merupakan krisis psikologis akan dialihkan ke layanan yang lebih sesuai.
Perempuan Banyak Menghubungi Layanan, Laki-laki Lebih Banyak Bunuh Diri
Imran mengatakan terdapat perbedaan tim redaksi kelompok yang mencari pertolongan dan kelompok yang meninggal akibat bunuh diri.
Pengakses layanan Healing 119.id disebut lebih banyak perempuan, sekitar 70 persen. Namun, kasus bunuh diri justru lebih banyak terjadi pada laki-laki.
"Laki-laki tidak bercerita. Langsung bertindak," katanya.
Hal tersebut sejalan dengan kecenderungan global, di mana laki-laki disebut memiliki risiko kematian akibat bunuh diri lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Sementara itu, peneliti di Universitas Kanazawa Jepang Sandersan Onie menyoroti tren self-harm yang kini semakin banyak terjadi pada usia muda, terutama pada anak perempuan.